31

1256 Kata

POV Eliza **** Kini tinggal kami berdua yang berada di dalam kamar. Benar sih kata bu Yuni. Mas Lutfan sekarang ini seperti mayat berjalan. Tapi ada saatnya nanti dia mau tersenyum dan sedikit berbicara. Serta akan berubah menjadi buas saat gairahnya mulai bergejolak. Ya, meski tak seperti mas Lutfan yang asli, tapi sudah membuatku tetap bahagia. Menikmati malam berdua saja di dalam kamar seperti ini. Sebelum melakukannya, aku membimbing mas Lutfan untuk duduk di atas kasur. Aku ingin memandanginya terlebih dulu sepuas hati ini. Tak lupa, aku pun bebas melakukan apa saja kepadanya saat ini. Pandangannya kosong. Memang benar hanya raganya saja yang ada bersamaku. Entah dimana jiwa mas Lutfan sekarang ini. Aku tak mau pusing memikirkannya. Itu adalah urusan bibi Susi. Aku hanya melakukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN