"Kau meminta maaf padaku?" tanya Sarah bingung. Dia mengerjakan mata beberapa kali. Seperti yang direncanakannya saat di dalam mobil tadi, Brian meminta maaf pada Sarah setelah mobilnya parkir di halaman mansion milik Elizabeth Bryant. Meskipun rasanya sedikit sulit karena ia gugup, akhirnya kata itu dapat keluar dari mulutnya. Jujur saja ia merasa sangat lega, seolah batu yang menindih dadanya sudah terbang. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan melakukan sesuatu yang konyol lagi. Brian mengangguk. Tersenyum kikuk untuk menutupi gugup yang masih sedikit tertinggal. "Aku minta maaf," ulangnya. Alis pirang Sarah berkerut. "Minta maaf untuk apa?" Dia balas bertanya. "Kau tidak memiliki salah apa-apa padaku, Bri." Brian menggeleng. "Kupikir ada," jawabnya. Ia meringis sebelu

