Chapter 20

1212 Kata

SAMUDERA GENANDRA Entah kenapa, sepanjang di rumah sakit sampai perjalanan pulang Melati berubah jadi sosok pendiam.             “Lo sakit?” tanya gue sambil meremas jemarinya yang melingkar di pinggang gue. Gue merasakan kepalanya yang bertumpu di pundak gue menggeleng. Ia pun turun dari motor dengan bertumpu di pundak gue, kemudian melepas helm yang gue pinjamkan.             “Tumben diem aja. Ulangan lo dapet jelek?”               Dia menggeleng.             “Terus?” tanya gue lagi. Kini sambil mengusap pipinya.             “Ini gara-gara aku.”             “Maksud lo?”             “Pertama tangan kamu. Sekarang Kak Sakta. Kayaknya aku bener-bener jadi eksekutor legenda sewindu Mandala deh. Harusnya aku nggak sekolah di sini,” katanya sambil terisak.             “Mel, lo ngomon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN