Bagian 26 Aku memberikan kertas yang diberikan dokter kepada penjaga apotek. Sambil menunggu, Mas Fahri kembali mengajakku mengobrol. Walaupun aku cuek padanya, tetapi Mas Fahri selalu berusaha untuk marayuku. "Zahra, kamu maunya anak cowo apa cewe? Kalau Mas sih, apa aja yang penting sehat dan selamat tidak kurang satu apapun." "Aku tidak berhak memilih, Mas. Anak itu adalah anugerah dari Allah dan jenis kelamin juga hadiah dari Allah." "Kamu benar, Zahra. Mas akan menerima anugerah dari Allah dengan senang hati. Baik laki-laki maupun perempuan sama saja. Ah, Mas sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan calon bayi kita, Zahra." Mungkin kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan anak kita, Mas, karena aku akan membawanya pergi jauh. Kamu akan bahagia bersama Maria dan bayi kalian

