Bagian 22 Setiap malam, Ibu mertua selalu menemaniku tidur karena takut terjadi sesuatu denganku. Sekarang, aku sering terjaga tengah malam. Selalu was-was.Takut wanita licik itu masuk diam-diam saat aku tertidur. Aku sangat takut mimpi buruknya Bella menjadi kenyataan. Sejak pembicaraanku dengan Bella tempo hari, aku tidak pernah tenang lagi. Selalu dihantui oleh rasa takut. Bahkan mendengar bunyi sendok jatuh saja aku sampai terkejut setengah mati. Aku hanya bisa berdoa semoga Allah senantiasa melindungiku dan juga bayi yang ada di kandunganku ini. Pagi ini, aku kembali meminta izin kepada ibu mertua agar memperbolehkanku tinggal di rumah Bella. Jujur saja, aku semakin merasa ketakutan jika masih tinggal di rumah ini. Namun jawaban Ibu tetap sama. Beliau tidak mengizinkan karena m

