Aku langsung berdiri melihat Mama Reeve sudah berjalan mendekat ke arah kami. Aku bahkan sedikit mendorong Reeve, sehingga ia mundur ke belakang. Biarkan saja baru baikan sudah didorong lagi. Demi image yang bagus. "Kok mama bisa masuk sih? Pintunya kan aku kunci?" "Mama suruh sekertaris kamu bukalah, lagian tadi mama bingung kenapa sekertaris kamu nggak kasih mama masuk dan pintu dikunci. Ternyata lagi asik-asikan kamu ya?" Tidak lama sekertaris Reeve masuk dengan wajah bersalah, ia menunduk bahkan tidak berani melihat kearah Reeve. "Maaf, Pak. Tadi saya sudah melarang Ibu tapi Ibu memaksa." Reeve sedikit berdecak, "Tidak apa. Kamu boleh keluar." Setelah sekertaris Reeve keluar, Reeve melihat kearah mamanya yang sedang melihat kearahnya juga. Mama Reeve langsung duduk di samping Ree

