“Apa yang kamu ucapkan? Kamu berani menyebut tunanganku perempuan murahan???” Danu kaget mendengar ucapan Agnia pada Mitha. “Ini keterlaluan..!” Danu melangkah ke hadapan Agnia. Agnia tersentak kaget.. Lelaki idamannya itu ada di hadapannya, menatapnya dengan penuh amarah. Jantungnya berdebar kencang. Ada rasa takut menghinggapi dirinya. “Danu, sudah sayang.. Tidak apa-apa,” Mitha mencoba membujuk Danu agar tidak emosi. “Mitha, dia mengungkapkan hal yang tidak sepantasnya.. Dia menghinamu, artinya berani menghinaku,” Danu masih menampakkan rasa marah. Agnia hanya diam.. Entah apa yang harus ia lakukan.. “Aku tidak mau mempermasalahkannya..” Mitha mencoba membujuk Danu agar tidak meledak. Ia khawatir ada keributan di restoran ini.. “Tidak sayang, itu hal yang menyinggung.. Ini mas

