“Selamat malam sayang, aku pergi ya.. Kalau bisa, jangan menungguku, langsung tidur..” Danu berdiri di depan pintu apartemen Mitha. Kekasihnya itu hanya mengangguk.. Danu menggenggam tangan Mitha, sejujurnya ia tidak ingin pergi.. Tapi, ada urusan lain menantinya. Mitha mendekatinya lalu mengecup pipinya, “Aku sepertinya tidak akan bisa tidur.. Kabari aku ya kalau sudah pulang.” Danu tersenyum, berat rasanya berpisah.. “Iya sayang..” Mitha membuka pintu apartemen dan melambaikan tangan pada Danu, “Bye..” Tapi, Danu tidak melepaskan genggaman di tangan kirinya.. “Sayang, tanganku..” Danu tersenyum, “Ahh.. Rasanya berat untuk pergi..” “Sama.. Aku tidak ingin sendiri,” Mitha berbisik di telinga Danu. Danu mendorongnya pelan ke dalam apartemen, lalu mereka berciuman di balik pintu.

