SADNESS IS LOVE-1

1015 Kata

Mitha memasuki kamarnya. Ia merasa kesal.. Anya hanya menatapnya, “Kamu kenapa?” Mitha telungkup di atas tempat tidur dan mulai menangis, “Danu mengesalkan! Aku masih kesal gara-gara dia tidak menjawab soal semalam, lukisan itu dan Olin Jenar siapa.. Lalu datang bulanku.. Semua membuatku tidak menentu. Tapi, Danu terus bertanya dan bertanya. Aku kesal..” Anya mengelus punggungnya, “Sabar Mit.. Jangan emosional.” Mitha tersedu-sedu, “Aku tahu.. Tapi Danu terus bertanya.. Aku sedang mencoba menenangkan diriku sendiri.” Anya diam, ia cukup lama mengenal Mitha. Dan sangat tahu kalau Mitha jarang sekali marah. Mitha selalu sabar menerima apapun. Orang yang jarang bergejolak. Sepertinya kali ini, soal Danu dan pelukis itu mungkin sangat mengganggu perasaannya. Anya terus mengelus pung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN