Mataku tak berkedip melihat isi dari kotak yang baru saja berhasil dibuka oleh Carl. Di dalamnya terdapat beberapa foto wajah seseorang yang aku kenali. Ya, itu foto milik ibuku, ketika dia masih gadis. “Tolong buka yang lain” aku semakin bersemangat untuk membuka 5 kotak lagi, rasa penasaranku semakin kuat. Carl mencoba membuka dan satu per satu kotak terbuka. Hampir semua isinya adalah foto ibuku dan foto milikku, ada juga foto kami berdua. Tapi tidak ada foto ayahku sama sekali. “Aneh, kenapa hanya ada foto mama dan aku?” tanyaku pada diri sendiri Carl tak menjawab dan hanya menggelengkan kepala. Dua kotak berisikan surat-surat yang tulisannya sudah pudar. Aku tak dapat membacanya, namun ku rasa itu seperti potongan diary. “Apa menurutmu ayahmu yang menyimpan semua ini?, Atau p

