Farel melepaskan pelukannya pada Fania. Ibu jarinya mengusap kedua pipi Fania yang terus saja basah, seolah ada muara sungai di kedua mata Fania hingga membuat gadis itu terus menangis tak bisa berhenti. "Aku udah bilang kan, untuk jangan menangis? Jangan nangis, Fan... aku janji, secepatnya kita akan ketemu lagi..." Fania menggeleng kuat. Walau tak lebih dari 2 tahun, Fania yakin jika waktu akan berjalan dengan begitu lambatnya. Pasti tak akan mudah menjalani penantian selama itu. Belum banyak waktu yang ia habiskan dengan Farel. Belum banyak momen menyenangkan mereka berdua. Waktu yang berlalu ternyata belum cukup. "Jaga diri kamu, aku pergi sekarang." Farel meninggalkan ciuman terakhirnya di kening Fania. Begitu lama dan dalam. Tangannya menggenggam erat kedua tangan Fania. Dan saat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


