Mark benar'benar pusing saat ia terus saja mengikuti ariana,seharian ini ia benar-benar terabaikan,baru kali ini seorang bos dicuekin anak buah. Yah kalo aja bukan pacar sudah mark tendang jauh dan tidak lupa surat pemecatan akan tersedia dipagi hari tepat diatas meja kerjanya dan sayangnya mark tidak bisa melakukan itu dan ia lebih memilih diam. "Sebaiknya aku pulang..."seru mark yang sudah mulai tampak bosan. Ariana tau jika mark tengah kesal dan entah kenapa ariana juga merasa sangat kesal pada kakaknya,firman seakan berusaha menjauhkan mark dari ariana"tunggulah mark..."ariana mencoba mengecup pipi mark agar pria itu mau mengerti keadaannya. Baru saja mark mengulas senyumnya teriakan firman kembali melengking. "Tetet...cepetan kemari...bang firman gak tau cara matiin krannya..." "

