"Saya Erin, salah satu pemilik resto ini!" sambung Erin sambil mengulurkan tangan. William menjabat tangan Erin, "Apakah chef Raynold ada di dalam?" tanya William setelah berkenalan dengan Erin. "Oh, ada! Silahkan masuk!" Erin membuka pintu resto untuk mempersilahkan William masuk. Disaat bersamaan, Raynold keluar dari dapur sambil memegang sebuah kain lap. William menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya sesaat melihat Raynold. "Tuan William?" sapa Raynold saat melihat William berjalan mendekati nya. "Pagi, chef!" sahut William sambil mengulurkan tangan. Raynold menyambut tangan William lalu menjabatnya. "Silahkan duduk, tuan William!" William mengangguk, lalu dia duduk di meja dekat jendela. "Ada yang bisa saya bantu, tuan?" tanya Raynold. "Panggil William saja!" Raynold

