Hingga sore hari menjelang jam pulang kantor, baik Gita ataupun Niko sama sekali tidak terlibat percakapan yang berarti. Tampaknya, semua dilakukan dengan basa-basi dan kesopanan yang sengaja dibuat. Sang sekretaris menyerahkan laporan tentang kunjungannya ke cafe dan juga laporan kunjungan Niko ke pabrik, tanpa berkata hal yang lain. Sebenarnya Niko ingin membahas terkait isi laporan tersebut bersama Gita, sebelum diserahkan kepada sang Opa. Tapi mengingat jam kerja sudah hampir habis, Niko memutuskan untuk menundanya. Maksud hati sang pemuda dengan mengesampingkan itu, adalah agar bisa sekaligus mengajak kekasihnya untuk makan malam bersama. Namun apa daya, Gita memilih untuk pulang ke rumah dan beristrahat. “Kau bilang aku boleh memilih, kan? Jadi aku memilih untuk membahasnya besok.

