Tak terasa, dua jam berlalu sudah. Dan waktu yang selama itu telah mereka isi dengan berbagai diskusi yang akhirnya bisa membuka cakrawala baru Niko dalam memetik setiap pelajaran yang kurang bisa ia tangkap di kampus. Niko, sebenarnya bukanlah anak yang bodoh. Karena jika ia mau untuk sedikit fokus dalam satu hal, ternyata otaknya juga tidak terlalu tumpul. Dan hal tersebut langsung saja bisa diketahui oleh Gita. Dari apa yang ditemukannya saat itu, Gita langsung dapat menyimpulkan bahwa Niko hanyalah seorang pemuda yang butuh motivasi lebih agar bisa memusatkan perhatiannya pada sesuatu. Dan tentu saja, itu adalah merupakan cermin dari kurangnya perhatian serta kendali yang selama ini seolah menjauh dalam kehidupan si bocah badung tersebut. --- “Kamu sudah jelas?” “Yups, lumayan

