“Tinggal sedikit lagi. Mumpung masih di sini, jadi aku bisa memastikan tidak ada yang terlewat. Kita kan juga harus tahu siapa saja yang mengirim. Jadi, kedepannya kita juga akan melakukan hal yang sama apabila mereka memiliki acara,” sahut Gita tanpa memandang Niko yang masih berdiri di dekatnya. “Kau tak pulang bersama Kakek dan Mamamu? Tadi aku lihat mereka masih berada di dalam cafe,” sambung Gita lagi. “Mereka sudah pulang lebih dahulu. Aku yang memintanya.” Sang CEO yang kini sudah duduk di dekat Gita di tengah kesibukan berkutat dengan pekerjaannya. “Seharusnya kau pulang saja, Nik. Kau pasti lelah, bukan?” kini sang sekretaris mengangkat kepala dan memandang Niko untuk beberapa saat. “Hehe, duh ... aku merasa sangat senang diperhatikan seperti ini.” “Ck! Ya logikanya kan, past

