Bab 53. Kesiangan

1122 Kata

Akhirnya, Aluna menghela napas berat, membiarkan Ares merebahkan diri di sampingnya meski hatinya tetap bergejolak. Bagaimana mungkin bisa tenang, jika pria itu—yang sudah menjadi suaminya, selalu menyimpan sejuta misteri? Sosok yang sering membuat darahnya mendidih, yang tak pernah benar-benar dia pahami. "Ya sudah lah ... biarkan saja dia tidur di sini. Aku juga nggak perlu pergi," gumam Aluna dalam hati, matanya menatap sosok Ares yang mulai terlelap. Lelah yang menumpuk akhirnya menyeret Aluna ke dalam pelukan tidur tanpa sadar. Namun, di balik kelopak matanya yang tertutup, Ares belum benar-benar terlelap. Matanya mengintip samar, menatap Aluna yang kini mulai tenang dan senyum kecil mengembang di bibirnya—senyum penuh rahasia yang tak bisa dijelaskan. Dia berjanji pada dirinya sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN