Meliana merapikan ranjang ala kadarnya sesuai dengan kecepatan dan kemampuan yang dia miliki. Dia juga mengenakan pakaian dan menggulung rambut panjangnya secara asal, sebelum dia membuka pintu kamar. Setelah memastikan sang supir bersembunyi di balik ranjang, dia menetralkan suaranya agar terdengar biasa saja ketika menyapa sang suami yang tiba-tiba saja muncul padahal tadi siang mengatakan tidak bisa pulang ke rumah malam ini. "Kenapa lama? Tidak mungkin pukul segini kamu sudah tidur," sindir Anggara melengos masuk ketika Meliana membuka pintu untuknya. "Kalau bukan itu apalagi yang bisa aku lakukan? Anak tidak ada di rumah begitupun dengan suami." Mengikuti langkah Anggara, Meliana berusaha mencegah pria itu jika sewaktu-waktu mendekati tempat persembunyian sang supir. "Biasanya k

