Bab 12

1252 Kata

Belum genap sepuluh menit sejak mobil Tian pergi, suara notifikasi pendek dari ponsel kembali memecah keheningan pikiran Victoria yang sedikit kacau. Dia menghela napas, mengira itu pesan dari Fina atau dari vendor yang menagih pembayaran lagi. Namun saat matanya menatap layar, jantungnya seperti berhenti berdetak sejenak. [A.V: Kopi tadi tidak buruk. Tapi kau lupa sesuatu.] Victoria menatap pesan itu lama, keningnya mengerut. Tangannya gemetar ringan saat mengetik balasan. [Victoria: Maaf, Pak. Apa yang saya lupakan? Kopi itu bukan saya yang buat.] Dia mengakuinya. Berjalan menuju lift, Victoria bertanya-tanya ada yang salah dengan bosnya itu? Balasan datang cepat, terlalu cepat malah. [A.V: Aku tidak memintamu pergi tadi.] Victoria menahan napas. Matanya memandangi layar ponsel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN