Sebelum Yudi mendekat, Alena sudah membuang pandangannya ke tempat lain. Kemana saja, asalkan jangan kepada sang suami yang kini duduk bersimpuh di hadapannya. "Jangan terlalu dipikirkan apa yang dikatakan oleh Stella. Percayalah, aku percaya kamu masih gadis." Mengusap pucuk kepala Alena. "Bohong!" Alena menoleh. Matanya mulai memanas karena terngiang ucapan Stella. Benarkah Yudi tidak ingin menyentuhnya karena menganggap ia tidak ada. Dan statusnya sebagai istri tidak ada artinya sama sekali. Yudi mengangkat kedua bahunya. "Terserah padamu ingin percaya atau tidak. Yang jelas aku sudah mengatakan hal yang sesungguhnya." Bangkit dari bersimpuh. Ia melangkah menuju nakas dan memesan sarapan untuknya dan Alena. Melihat isi koper mereka berdua tidak mungkin rasanya untuk makan di lu

