Lewat Shelina dan Rendi

1014 Kata

"Ck, aku pikir hubungan kita hanya sekedar rekayasa saja," sindir Alena. Seraya melipat kedua tangannya di depan d**a. Iwan mengangkat kedua bahunya. "Siapa yang bilang hubungan kita rekayasa? Bukankah semalam kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih? Yudi saksinya." Mata Alena membesar. Bisa-bisanya pria yang ada di hadapannya kini membawa nama Yudi. Padahal ia ingat betul terpaksa menerima tawaran Iwan karena terdesak ancaman pria itu. Licik. "Sekarang katakan apa tujuanmu datang kemari?" tanya Alena lagi. Tidak ingin banyak berbasa basi lagi. "Kamu masih muda lo, Len. Tetapi kamu sudah pikun saja. Aku datang kesini untuk menebus janjimu kemarin malam. Bukankah tadi malam kamu mengatakan bahwa tidak bisa keluar malam. Dan akhirnya aku menawarkan untuk makan siang bersama kedua oran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN