Hari ini menyebalkan sekali. Apa yang dilakukan Jimmy di kelas tadi membuat aku kesal sendiri. Aku mengerti ia marah karena aku bisa saja merusak nilainya. Tapi ini kan latihan dan bukan penilaian. Aku duduk di kantin menikmati biskuit cokelat sendirian. Beruntung Kuki dan Tedi masih ada kelas lain. Ya, mereka senior jadwal kelas pasti lebih padat. Sebuah buket cokelat tergeletak mendadak di meja kantin. Aku menoleh, melihat Jimmy yang berdiri bersama Arin. "Ngapain?" ketusku. "Sorry buat di kelas tadi," ucapnya kaku lalu Arin menyenggol bahu Jimmy. "Dia emang agak keras kalau masalah dance Rey." Arin buka suara lalu duduk di sampingku. Sementara Jimmy duduk di hadapanku. "Tanya Arin, gue emang galak kalau masalah gerakan." Jimmy bela diri. "Ya, Lo kan tau gue kaku. Enggak bisa ge

