18. Berantakan || Cup!

1576 Kata

Suasana kota yang padat di malam hari. Jajaran gedung bertingkat megah dengan hiasan lampu-lampu yang buat lebih indah. Kami dalam perjalanan, hanya aku dan Pak Guru yang sejak tadi mengendarai mobil dan diam. Aku menatapnya, Pak Guru punya mata sipit dengan bulu mata yang panjang, bibir tipis yang jarang tersenyum, kulitnya putih dengan dengan postur yang cukup ramping jika dibandingkan dengan pria lain. Namun, ia punya kesan yang kuat tatapan yang tajam juga begitu berwibawa ketika ia sudah berbicara. Bisa dibilang aku jadi salah satu wanita yang beruntung karena bisa mempunyai suami seperti ini. Mungkin ... Aku takut terlalu berharap. Bisa saja sebenarnya si Om tak menginginkan hubungan ini. "Kenapa kamu ngeliatin saya kaya gitu?" Ia bertanya tanpa mengalihkan pandangan. "Aku baru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN