Hujan pertama

1327 Kata

Jalanan nampak sepi, dilihat dari sudut manapun hanya gelap. Lampu yang dipasang sebagai penerangan pejalan kaki pun sebentar mati lalu hidup, dan Susi hanya bisa menghirup udara segar dimalam hari tanpa harus mengeluh pada kendaraan yang lewat. Karena sejak perpisahannya dengan Ari tadi, ia terus berjalan kaki tanpa tahu kemana arah tujuan. Tak terasa ia telah jauh melangkah tanpa memperdulikan sekitar, jika dilihat sekali lagi ia tengah berada didekat taman kota namun keadaan yang sudah larut malam tentu tidak menyisakan siapapun disana. Gadis itu tetap melangkahkan kakinya, sesekali menunduk dan menendangi kerikil. Dia tentu bisa menelpon sang ayah untuk minta dijemput, tapi entah kenapa melihat wanita lain memeluk Ari tadi sedikit menyentil ketenangan jiwa Susi dan sekarang ia sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN