Hanya Kita

1465 Kata

Seorang pria paruh baya sedang berjalan kaki, mendorong gerobak es potong yang sudah jarang dijual. Apalagi dijaman sekarang yang telah banyak minuman dengan berbagai variasi, Susi melambaikan tangan memberi isyarat pada lelaki itu agar mendekat. Saat ini mereka lagi ditaman, duduk menikmati pemandangan kota yang terlihat jelas dari atas bukit kecil ini. Sedikit sulit menemukan tempat santai diibukota seperti jakarta, apalagi tanpa gangguan asap kendaraan. Maka dari itu Ari mengajak Susi ketempat yang agak jauh dari kota, mencari suasana nyaman dan aman untuk melepaskan kerinduan sekaligus menyegarkan kepala. "Es nya empat ya mang. Saya ambil dua dulu, nanti baru ambil lagi." Susi memilih rasa original, campuran kelapa dan s**u. Sedangkan untuk Ari ia memilihkan rasa kacang hijau. "Uang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN