Winda menatap wajah lelaki berbadan gempal itu prihatin, Arifin tidak terselamatkan hari ini karena tertidur dimeja kerja. Dan parahnya, Ari tak sengaja lewat. Boss besar itu marah hingga membuat seisi ruangan kaget, sebenarnya bukan itu saja penyebab Ari ngamuk. Alasan lain tentu tak perlu dijelaskan lagi, tadi pagi ketika semua orang belum datang ia sudah lebih dulu sampai dikantor. Melihat meja Susi kosong, tentu membuat Ari kesal maksimal. Susi tidak mengabarinya, iyalah kan bukan pacar, bukan pula gebetan! Bahkan gadis itu tak mengangkat telpon, semakin membuat hati Ari mendadak kalut. Sejak pagi, semua orang nampak salah dalam melakukan pekerjaan. Jika selama ini Susi selalu meng-handle seluruh pekerjaan, maka dalam kurun dua hari semuanya menjadi berantakan. Ari sendiri pun tak bis

