Tempat Mengadu

1071 Kata

Revan manyun di depan laptopnya, dia mencebik melihat titik merah di layar yang menjadi tanda keberadaan Sekar. "Bunda jauh benar perginya, aku ditinggal begini!" omelnya kesal. Semalaman dia menunggu tapi malah ketiduran, dan waktu pagi ini dia memeriksa laptop, GPS di jam tangan Sekar sudah kembali aktif. "Nggak bilang mau ke rumah Omah di Swiss, nggak ngajak aku pula!" hembusnya pelan. Anak itu lalu duduk bersandar di kursi, menyilangkan kedua tangannya di belakang kepala dan menatap langit-langit. "Sebenarnya ada apa, sih? Bunda sama Papa berantem karena apa?" gumamnya. Beda dengan anak lain seumurannya, Revan tidak panik atau menangis mencari-cari Sekar. Otaknya yang cerdas sudah bisa menebak jika orangtuanya sedang bermasalah. "Sepi nggak ada bunda," keluhnya. Terdengar pint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN