BAB 49

1007 Kata

Semenjak Gita di penjara, Kejora jauh lebih tenang, tidak ada lagi manusia yang baik di depan tapi menusuk di belakang. Sekarang hari-harinya hanya ditemani oleh Adrian. Saat ini mereka baru selesai mengembalikan buku di perpustakaan, Adrian memperhatikan bentuk tubuh Kejora yang makin hari makin berisi, juga pipinya semakin tembam. Langkah mereka terhenti di sebuah bangku taman yang panjang terbuat dari beton, keduanya duduk sambil memperhatikan bunga-bunga di sekitar area itu yang begitu asri. Taman ini menjadi tempat favorit mahasiswa atau mahasiswi untuk sekadar nongkrong karena selesai kelas, atau karena ingin mengerjakan tugas. Intinya, taman ini tidak pernah sepi pengunjung. "Ra, kamu makin berisi ya sekarang." Kejora memegang pipinya yang terasa lebih empuk dari sebelumnya. "I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN