Pagi ini Kejora bangun dengan rasa nyeri yang masih ia rasakan, padahal ini bukan pertama kali ia melakukannya, tapi rasa nyeri itu tetap ada. Entah karena milik Kennard yang berukuran besar atau karena milik Kejora yang masih sempit. Setelah melakukan pergulatan panjang yang hebat, kin tubuh mereka hanya ditutupi selimut putih sampai sebatas d**a. Kennard menatap sang istri, lalu mengusap perutnya dari balik selimut. "Semoga Kennard junior cepat tumbuh di sini," Kennard membayangkan memiliki seorang anak, entah itu jagoan atau princess tidak masalah, dia akan sangat menyayanginya dengan begitu tulus, "jadi nanti anak kita made ini paris. Keren, bukan?" Kejora pun membayangi hal yang sama, semoga harapan keduanya didengar oleh Tuhan, dan di perurnya segera tumbuh janin. "Sekarang mandi

