Setelah pulang dari rumah sakit karena pendarahan, Kennard semakin posesif, lebih suka tidak bisa ke toilet, takut kepeleset lagi. Jalan pun harus digandeng oleh Kennard, selayaknya nenek tua yang sudah tak berdaya. Kejora jadi menyesali dirinya yang tidak hati-hati di toilet kantor Kennard, akibat kecerobohannya harus menerima sikap Kennard yang semakin protektif. Ruang gerak semakin terbatas, bahkan dari ruang ke ruang TV pun harus dituntun. Ditambah lagi, Kennard langsung mengatur cuti kuliah Kejora untuk selanjutnya, hal itu semakin membuat Kejora semakin kesal. Perihal pendarahan yang tidak parah, tidak sampai menggugurkan janin, Kennard sangat berlebihan. Ponsel Kejora berdering, ternyata ada panggilan dari mamanya, Kinan. "Ra, kamu sama Devan bisa datang ke Bandung? Mama hubung

