Devan kaget dengan kehadiran Marischa di apartemennya, kalau bukan karena dia datang dengan Deven, sudah pasti Devan akan mengusirnya. Devan sangat muak dengan wanita yang ia panggil dengan Ichampret ini, karena dia, Deven jadi jauh dengan keluarganya. Rasanya Deven ingin mencaci maki, dan mengeluarkan sumpah serapah, tapi ia tahan karena laki-laki sejati tidak suka julid. Devan membawakan dua cangkir teh, dan dia letakkan di hadapan Deven dan di hadapan dirinya sendiri. "Kok enggak 3 sih, Dev?" tanya Deven. "Buat siapa satunya?" "Icha lah, dia juga kan tamu." Devan menatap Marischa sekilas. "Oh, tamu, gue kira dia setan tadi. Kalau mau buat aja sendiri di dapur, jangn manja!" Marischa menahan emosinya untuk tidak membalas ucapan Devan, jiwa nyinyir Kinan memang menurun sedikit kepad

