"Ayo, biarkan aku melihatnya." Nenek akhirnya tidak bisa duduk diam dan berkata pelan. Anak-anak membuka jalan untuknya. Nenek memegang kaca mata orang tuanya dan melihat gambar itu tanpa berkedip. Tulisan yang sangat kuat dan mengalir seperti air! Ini, ini adalah mahakarya! "Tulisan ini sepertinya ini bukan tiruan." Rashid mengacungkan jempol, dengan wajah bersemangat, "Tidak disangka, tidak disangka bisa melihat tulisan asli Sastrawan Agha di sini!" "Iya!" Biasanya hanya bisa melihatnya di museum!" "Sangat indah, dia bisa menulis seperti itu, layak disebut mahakarya!" Satu pujian demi satu terdengar, dan membuat hati Nyonya Hidayat sangat senang! "Baiklah, baiklah, baiklah!" Nyonya Hidayat mengatakan tiga kali baiklah, lalu meletakkan tulisan itu dengan hati-h

