Operasi

1043 Kata

"Argh ..." Bian meringis pelan, karena tak siap dengan perlakuan Jasmin yang mendadak. 'Apa ini? Kenapa dia menggigitku? Argh ... Perih sekali,' batin Bian meringis. 'Baru sekali ini dia bertingkah seperti itu. Biasanya, semarah apa pun, dia tidak akan bar bar seperti itu,' sambungnya. Meski pun tubuhnya sudah terbiasa dan terlatih, tetap saja yang ini beda. Gigitan Jasmin sampai membekas merah dan membuat lubang lubang kecil di punggung tangan Bian. Sedikit lagi akan berdarah jika Jasmin semakin menguatkan gigitannya. "Nona muda, kau ...." Bian menghentikan ucapannya ketika melihat Jasmin sudah berhasil memindahkan kantong plastik ke tangan sebelahnya dan meletakkannya di atas paha. Seperti sedang memangku seorang anak kecil. "Pergi sana, kamu bisa beli lagi," kata Jasmin seraya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN