Tanpa pikir panjang, Violetta mengangguk penuh keyakinan. "Ya. Aku setuju." Berhasil. Gilang tidak perlu repot repot lagi untuk mencari cara dan alasan bertemu Violetta kedepannya. 'Lihatlah Dirga. Aku akan menunjukkan bagaimana rasanya tersiksa karena cemburu. Bahkan lebih sakit dari pada penyakitmu,' batinnya. "Ok. Nanti aku akan atur pertemuannya." Mau tidak mau, Gilang harus bekerja sama dengan seorang produser untuk masalah satu ini. Jujur saja, Gilang sebenarnya hanya asal bicara. Sudahlah. Itu bisa di pikirkan nanti. Yang terpenting saat ini, Violetta tidak berpikir untuk mencurigainya "Kenapa kamu bisa kelaparan seperti itu?" Gilang mengalihkan pembicaraan. Dia ingin mendengar kisah apa yang telah terjadi antara Violetta dan Dirga, sampai sampai Dirga memintanya untuk menghibur

