Dirga kembali mengerang kesakitan. Kepalanya seolah akan meledak. Pun dengan tubuhnya yang merasakan nyeri di semua bagian tubuhnya. Dirga benar benar tersiksa sekali saat penyakitnya kambuh seperti ini. "Masih sakit?" Violetta menggenggam sebelah tangan Dirga. "Sebentar. Aku hubungi Dokter dulu," katanya. Saat tangan Violetta akan mengeluarkan ponsel, Dirga tiba tiba menahannya. "Jangan." "Kenapa?" "Nggak usah. Sebentar lagi obatnya juga akan bereaksi." Kemudian bergerak untuk duduk. "Tapi nggak ada siapa siapa di sini. Kalau nanti ada apa apa sama kamu gimana?" "Yakin denganku. Aku akan baik baik aja setelah meminum obat ini." Terlihat bagaimana Dirga menahan rasa sakit yang teramat. Violetta tidak merasa iba. Tapi dia begitu peduli dengan kondisi laki laki yang dia cintai itu.

