Sarah POV. “Sudah tenangkan kamu sekarang?” tegur papa Roland di dalam mobil yang membawaku menjauh dari lokasi pres con tadi. “Dari kemarin aku juga tenang pah, karena percaya Iyel akan bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini” jawabku. “Good. Pasangan memang harus seperti itu nak. Harus saling percaya” kata papa Roland. Aku mengangguk setuju. “Ya sudah, sekarang fokuslah kamu pada urusan pernikahanmu dengan Iyel yang tinggal sebentar lagi. Urusan di luar itu sudah jangan kamu pikirkan. Papa dan papanya Iyel akan selesaikan sisanya” katanya lagi. “Siap, makasih pah” jawabku lalu mencium pipinya. Sayang banget aku sama papa Roland. Mau orang bilang darah lebih kental dari air, nyatanya lebih penting bahasa kasih sayang antara papa Roland dan aku. Jadi aku percaya, kalo ada anak y

