Iyel POV. “Sudah siap?” tegur om Rengga saat kami bertemu di parkiran rumah sakit tempat melakukan tes DNA. Masih belum ada wartawan, dan sepertinya om Rengga memang menungguku dan Sarah di parkiran. “Udah om” Sarah yang menjawab dan aku hanya mengangguk. “Ayo kalo begitu” ajaknya lalu membimbingku dan Sarah untuk mengikutinya. Menurutlah aku dan Sarah mengekornya masuk ke dalam rumah sakit, dan aku juga Sarah sama sekali tidak tau kami akan di bawa ke ruangan apa. Pokoknya semacam ruang tunggu gitu deh, dan ada dua orang polisi berseragam juga menyambut kami lalu om Rengga menyalami mereka. “Ini yang akan melakukan tes DNA, yang perempuan atau lelaki?” tanya salah seorang petugas polisi berseragam. “Yang lelaki pak, klien saya. Kenalkan Zuriel Melardi, dan ini tunangannya Sarah Rah

