"Suami Dina, bukan pria tua, ingat perjalanan cinta bunda dan ayah, aku yakin kamu pasti bisa seperti mereka." "Tapi jujur ya Ra, tadi sebelum aku kemari, aku melihat dia mengobrol dengan wanita bercadar, aku melihat wajahnya seperti bahagia gitu, sedangkan sama aku ngomongnya hanya sedikit, apa wanita itu kekasihnya" "Positif thinking saja Din, mungkin dia hanya rekan kerjanya, kamu melihat dia berbicara di dalam ruangan?" "Gak sih, lagi di depan kelas gitu" "Kamu cemburu dia mengobrol dengan wanita lain?" "Aku cemburu? Ya enggaklah" elak Dina "Hmm.. aku rasa sih ia kamu cemburu" tawa Rara kepada Dina "Aku cuma heran aja, kenapa dia ngobrol dengan wanita itu bisa happy gitu, sedangkan sama aku hanya ngomong yang penting-penting saja" "Kamu pernah membalas ucapannya dengan senyuman

