Saat ini kami menuju mall terbesar dikota ini, semoga saja dengan adanya Leo aku bisa sedikit terhibur, dan melupakan semua masalahku ini. Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti disaat aku dan pria tua itu hanya tinggal berdua saja di rumahnya. Tommy yang sudah bahagia dengan pilihannya, sedangkan diriku menderita dengan takdirku. "Hey non, kenapa? Kok sedih gitu mukanya?" Tegur Leo membuyarkan lamunanku. Hampir saja air mata ini meluncur ke pipiku. Aku segera mengalihkan pandanganku keluar kaca mobil disampingku. Ternyata kami sudah sampai di parkuran mall. "Kita sudah sampai ya?" Ucapku yang berbicara tanpa menoleh kearah Leo "Sudah dari tadi kali non. Kamunya aja yang sibuk dengan pikiran sendiri" ucap Leo yang mulai melepas sabuk pengamannya. "Siapa yang melamun sih, yuk turun, nt

