Setelah bertemu dengan Rara hatiku semakin bingung dengan tindakanku saat ini. Di saat jam mata kuliah berlangsung aku tidak fokus, aku terus saja memikirkan ucapan Rara. Apakah sudah sejauh ini aku berbuat kesalahan. Apa lagi papa yang lebih memilih aku menikah dengan pria pilihannya, apakah benar kalau itu pilihan terbaik buat diriku. "Siang nona" sapa Leo yang membuyarkan lamunanku saat aku berjalan menuju kelas. "Eh Le, belum pulang ya?" Tanyaku pada Leo "Belum nih, masih menunggu si nona manis ini pulang kuliah, biar bisa jalan bareng lagi" jawabnya sambil tersenyum padaku "Emang aku seperti si manis dari jembatan Ancol ya?" Tanyaku pada Leo sambil melihat ke arahnya "Hahaha... keliatan banget nih yang hobi nonton film horor, pikirannya langsung menuju ke sono aja" seru Leo "Hab

