Sejak kejadian Sabtu malam kemarin, Tata menginap di rumah Sisi, dan baru pulang ke rumah hari Senin pagi, hanya untuk berganti baju dan bersiap untuk masuk kerja. Dirinya merasa belum siap untuk bertemu dengan Rita. Setelah mengganti baju dengan kemeja biru yang biasa digunakan setiap hari Senin dan sedikit memulas wajahnya yang terlihat pucat dan kurang tidur, Tata keluar dari kamar sambil mencangklong tas di pundak dan membawa jaket di tangannya “Pa, Tata berangkat dulu ya,” ujar Tata pada Yosua yang sedang minum kopi di ruang baca. “Kamu sudah sarapan?” “Nanti aja di sekolah.” “Kamu bawa motor?” tanya Yosua melihat Tata membawa jaket. “Iya Pa.” “Apa nggak bawa mobil aja?” tanya Yosua. “Males kena macet Pa.” “Ya udah. Hati-hati, jangan pake acara ngelamun.” “Iya Pa. Tata jala

