“Tata!” seru Sisi sambil mengetuk pintu kamar Tata. “Masuk aja Si!” balas Tata dari dalam kamar. Sisi membuka pintu kamar Tata dan masuk ke dalam. “Ye …, ini anak! Gue kira udah siap!” seru Sisi yang kaget melihat Tata yang tengah menonton. “Santai aja Si.” “Santai pala lo! Ini udah jam berapa Nyuk?’ “Baru juga jam sebelas,” ujar Tata tanpa merasa berdosa. “Tata …! Pasti elo lupa lagi! Kita kan janjian mau pergi jam sebelas Ta.” “Eh yang bener? Bukannya jam satu?” Sisi yang kesal mendengar jawaban Tata berjalan menghampiri Tata dan menyentil kening sahabatnya itu. “Sakit tau!” seru Tata sambil memegangi jidatnya yang kena sentil Sisi. “Penyakit lupa lo kebangetan Ta,” gerutu Sisi. “Iya, iya. Maap deh,” ujar Tata sambil meringis. “Tiada maaf bagimu!” seru Sisi pura-pura marah.

