Samudra masih melayang-layang di udara. Dia mencoba untuk bisa mendarat di punggung Shangri-La. Beberapa waktu yang lalu ia melihat Johan masuk ke dalamnya. Dia berniat untuk menyusul pemuda tersebut. Pendaratannya di atas punggung Shangri-La cukup mulus, meskipun ia harus berguling-guling beberapa kali. Segera ia melepaskan tali parasutnya, setelah itu perlahan-lahan berdiri. Saat posisinya sudah tegap, ia menyadari satu hal. Keadaannya sunyi. Ia tak mendengar keributan atau apapun. Bahkan, angin pun enggan berhembus. “Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Samudra. Saat Agi hendak masuk ke dalam lorong Shangri-La, tiba-tiba lorong itu menutup. “Hei!” pekiknya. Agi dan Galuh terkunci di dalam Shangri-La. “Apa yang sebenarnya terjadi? Agi! Galuh!” panggil-panggil Samudra dari luar. Di

