25 | Menghilangkan Keputus Asaan

3307 Kata

“Kabut apa ini sebenarnya?” gumam Sheila saat kabut gelap mulai memenuhi jalanan di kota Malang. Bersamaan dengan itu orang-orang menjerit histeris. “Gelap, semuanya gelap. Kita tak bisa keluar dari hotel!” Mereka sekarang berada di kamar hotel. Sepertinya sedang terjadi kekacauan di luar sana. Hal itu membuat mereka tak bisa berbuat banyak. “Kenapa?” tanya Galuh. “Aku bisa melihat suara, pita-pita itu semuanya berwarna gelap. Kita tak bisa keluar,” ujar Sheila. “Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Ririn. Galuh masih memeluk Agi yang sedang gemetar. Mata Agi melirik ke kabut yang ia lihat dari kaca jendela. Kabut itu seolah-olah sedang mencari-carinya. Dengan wajah ngeri Agi kemudian mendekap Galuh lebih erat. Menyadari ketakutan itu, Galuh berusaha menenangkan Agi dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN