Aca tiba di rumah. Saat melewati Mamanya dan wanita itu menyapanya, dia diam saja. Menyelonong masuk ke dalam kamar lalu menangis di ranjang. "Anak itu kenapa lagi?" tanya Sita pada dirinya sendiri. Pulang-pulang Aca dalam keadaan menangis, membuatnya bingung. Dia menyusul Aca. Sampai di depan pintu kamar putrinya itu, dia mengetuk pintu sambil memanggil-manggil nama Aca. "Ca, kamu kenapa Nak?!" "Buka pintunya sayang!" "Aca, ini mama!" "Ca!" "Aca!" "Kamu baik-baik aja kan, sayang?!" Tidak ada balasan dan tidak ada tanda-tanda Aca membuka pintu kamar. "Aca! Ini mama sayang! Buka pintunya! Mama mau bicara sama kamu!" Sita menempelkan telinganya di pintu. Berharap mendengar sesuatu dari dalam. Tapi dia tidak bisa mendengar apapun. Dia pun baru ingat kalau setiap kamar di rumah ini

