48 - Bunda

2074 Kata

“Ternyata kamu masih ingat tempat ini,” ucap Willy yang menghampiri adiknya di taman belakang rumah. Saudaranya itu sedang asik main game. Dia duduk di samping anak laki-laki yang beranjak remaja itu. Stefan melirik Willy dengan pandangan sinis lalu kembali bermain game. “Kakak senang bisa lihat kamu lagi, Stef. Udah lama kita gak ketemu. Kakak hampir luka wajah kamu." Stefan acuh tidak peduli dengan kehadiran saudaranya itu. Hanya menganggap seperti angin lalu. “Gimana kehidupan di Amerika. Pasti menyenangkan, ya.” Stefan tetap tidak peduli. Willy ikutan diam. Mereka berdua seperti orang asing. Stefan sibuk dengan game di ponselnya dan Willy sibuk memerhatikan adiknya itu. Saudara satu-satunya yang dia punya dan dia sayangi. Tetapi, soal apakah mereka sedarah apa bukan masih teka-te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN