61 - Jawaban

1941 Kata

Aca menghela napas membiarkan Willy pergi. Dia juga beranjak ke kamarnya. Sampai di kamar dia duduk di pinggir ranjang sambil melihat cincin pemberian mantan suaminya itu. Dia menyematkan cincin itu di jari manisnya. Pas dengan jarinya, tidak longgar tidak pula kekecilan. Dia tersenyum. "Cantik," pujinya. Dia beranjak ke cermin. Dia berkaca sambil bergaya memamerkan cincin di tangannya. "Apa aku terima saja ajakan Willy? Kayanya seru jika aku nikah sama dia." Dia senyum-senyum. Senyumnya kemudian pudar. Dia menunduk. "Tapi..." Dia melepaskan cincin itu dari tangannya dan menyimpannya di laci. Dia duduk kembali di pinggir ranjang. "Gak, aku gak boleh terlalu cepat memberi keputusan. Aku harus mikir matang-matang. Aku gak boleh terburu-buru dalam bertindak. Aku gak mau buat kesalahan."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN