"Saya minta maaf Pa." Seorang pria beruban putih dengan kulit yang sudah mulai mengendur menatap Barry dengan tatapan sengit. "20 tahun anakku kau bohongi, sialan?" kata nya. "Tapi saya selalu memperlakukan anak Papa dengan baik." ucap Barry. "Kenapa seolah olah itu adalah hal yang besar? bukannya memang itu kewajiban suami pada istri!?" seru pria itu. Barry meneguk ludahnya saat yang memegang tongkat untuk menyangga badan itu menaikkan beberapa oktaf nada bicaranya. "Saya merawat dan membesarkan Arina dengan segenap jiwa. Saya menyekolahkan dia, memperlakukan nya bak seorang ratu. Dan kamu, tiba tiba datang mengambilnya saat dia sudah dewasa dan cantik. Tapi malah menyakiti hatinya." Papa Arina memukul mukul d**a nya seolah olah memberitahu kalau hatinya sakit akibat ulah Barry.

