Bab 19

2938 Kata

Aku Bukan Pilihan"Kak Sendi ...," panggil Bila pada sosok Sendi yang berdiam diri dalam ruangan kamar kos yang gelap tanpa penerangan. Memang hari sudah mulai gelap, bahkan sayup-sayup suara muazin yang mulai membaca doa sebelum adzan sudah terdengar. "Kak Sendi kenapa?" Bila mendekati tubuh Sendi yang bergetar. "Kakak nangis kenapa? Kakak sakit?" tanya Bila penuh kebingungan. "Aku malu, Bil, aku malu pada diriku sendiri. Tidak seharusnya aku menangis untuk hal dunia yang tidak penting. Tapi aku tidak ingin munafik pada hatiku. Rasanya sakit, Bil. Sakit. Aku sudah membaca Al-Qur'an berkali-kali, aku sudah sholat ashar tadi dan sudah sholat sunnah sebelumnya, tetap saja hatiku sakit. Sambil menunggu maghrib, kubiarkan hati ini menangis sejenak. Insya Allah rasa sakit ini akan berakhir," j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN