Bab 21

2721 Kata

Saling TerbukaMelihat tidak ada respon dari Imam, Adit tertawa bahagia karena bentuk wajah Imam saat ini benar-benar aneh. Aneh dalam arti kata bukan karena wajah Imam jelek, sungguh bukan itu. Mata Imam yang tadinya menatap Adit dengan tegas, tiba-tiba berubah menjadi sayu. Peluh di keningnya sudah penuh hingga mengalir ke pipinya yang putih. Bibirnya pun berubah pucat bagaikan orang yang kehabisan darah. "Bos ... Bos, nggak usah dijawab. Ana tahu apa yang ada di pikiran Bos," ucap Adit. "Bos, mencintai orang itu mudah, tapi yang sulit adalah membuat orang yang kita cintai bisa mencintai kita. Ya, kayak Bos sama Neng Sendi. Ana yakin Neng Sendi nggak suka sama Bos, bahkan semua sosok pria yang Sendi idamkan saja nggak ada satu pun yang cocok sama diri Bos," sindir Adit. Kedua tangan Ima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN